
Sanggar Seni Budaya Oemah Gamelan kembali menghadirkan ruang perjumpaan yang hangat antara tradisi dan masyarakat melalui gelar kesenian langka Banyumas bertajuk “Angguk.” Kesenian yang sarat nilai sejarah dan ekspresi ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan—menghidupkan kembali denyut budaya lokal yang kian jarang dijumpai. Di panggung sederhana namun penuh makna, setiap gerak dan irama menghadirkan cerita tentang akar budaya yang tetap tumbuh di tengah zaman.
Melalui penampilan dari grup Angguk Mugi Rahayu asal Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Oemah Gamelan menghadirkan pertunjukan autentik yang memikat. Para penampil membawakan energi, kekuatan, dan keindahan yang menyatu dalam harmoni gerak dan bunyi, menciptakan pengalaman budaya yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga dirasakan. Ini adalah momentum untuk menyaksikan bagaimana tradisi tetap hidup melalui tangan-tangan yang setia merawatnya.
Bertempat di Pendhopo Oemah Gamelan, acara ini menjadi ajakan terbuka bagi siapa saja yang rindu pada kekayaan budaya Nusantara. Dengan suasana yang akrab dan akses yang inklusif, termasuk siaran langsung melalui channel resmi Oemah Gamelan, pertunjukan ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas dan menumbuhkan kecintaan baru terhadap kesenian tradisional. Sebab di setiap bunyi gamelan dan langkah tari, tersimpan identitas yang layak dijaga bersama.